Panduan Mengajukan KUR untuk UMKM di 2026
Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuan KUR dan bagaimana laporan keuangan rapi bisa mempercepat persetujuan.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu sumber modal favorit pelaku UMKM Indonesia karena bunganya rendah dan syaratnya relatif mudah. Berikut panduan singkat mempersiapkan pengajuan KUR di 2026.
Dokumen umum yang dibutuhkan
- KTP & KK pemilik usaha
- NIB (Nomor Induk Berusaha) dari OSS
- Surat keterangan usaha dari kelurahan
- Foto usaha (depan, dalam, produk)
- Catatan keuangan / laporan laba rugi 3-6 bulan terakhir
- Rekening koran tabungan (bila ada)
Kenapa laporan keuangan penting?
Bank menggunakan laporan keuangan untuk menilai kemampuan bayar (repayment capacity). Tanpa laporan, bank harus menebak dari rekening koran saja, yang sering kali tidak mencerminkan omzet sesungguhnya untuk UMKM yang banyak transaksi tunai.
Tips agar cepat disetujui
- Catat transaksi minimal 3 bulan sebelum mengajukan
- Pastikan profit margin konsisten dan masuk akal
- Pisahkan rekening usaha dari rekening pribadi
- Siapkan rencana penggunaan dana yang jelas
- Jangan ajukan lebih dari kapasitas (idealnya cicilan < 30% omzet bulanan)
Plafon dan bunga KUR 2026
Plafon KUR Mikro: hingga Rp50 juta. KUR Kecil: Rp50 juta - Rp500 juta. Suku bunga efektif 6-9% per tahun (cek terbaru di bank penyalur). Tenor 1-5 tahun untuk modal kerja, hingga 10 tahun untuk investasi.
Langkah berikutnya
Mulai disiplin catat keuangan hari ini. Dalam 3 bulan, Anda akan punya laporan yang siap diajukan. DagangkuAI mempermudah langkah pertama itu: cukup chat, AI yang catat.
Coba catat transaksi pertama Anda
Cukup chat, AI yang mencatat. Mulai gratis, tanpa kartu kredit.
Mulai gratis sekarang